| Mengatasi gangguan psikis melalui ritual keagamaan masing masing |
Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 hal yakni pikiran, emosional
dan spiritual. Pikiran yang sehat terlihat dari cara pikir seseorang
yang logis, emosional yang sehat tercermin dari kemampuan seseorang
untuk mengekspresikan emosionalnya missal, takut sedih atau gembira,
spiritual yang baik terlihat dari praktek keagamaan seseorang, yakni
kita bisa melaksanakan apa yang diajarkan dan menjauhi berbagai
larangan.
Kesehatan social terwujud apabila seseorang mampu berhubungan
dengan orang lain secara baik, atau mampu berinteraksi seseorang atau
kelompok lain tanpa melihat SARA, atau bisa terlihat dari sikap saling
toleransi dan menghargai. Dengan kondisi sehat badan, jiwa dan social
akan menumbuhkan terhadap sehat secara ekonomi, yakni terlihat dari
produktivitas seseorang, dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan
sesuatu yang dapat menyokong hidupnya atau keluarganya secara
financial. Dengan demikian tingkat kesehatan masyarakat berpengaruh terhadap tingkat produktivitas suatu bangsa.
Masalah jiwa, tentu saja masalah kerohanian atau nyawa dalam tubuh
manusia. Jiwa adalah energi mental yang memiliki kekuatan untuk dapat
memotivasi terjadinya proses perilaku yang menjadi bentukan aktivitas
yang dilakukan sehari-hari . Tanpa jiwa, tentu manusia bukan apa-apa dan
tidak disebut sebagai manusia. Karena itu mungkin jiwa adalah bagian
dari manusia yang penting.
Agama
sangat penting dalam mengatasi masalah gangguan kejiwaan manusia karena
dengan agama manusia dibimbing dalam kehidupannya. Masalah gangguan
jiwa adalah akibat ketidakmapanan seseorang dalam berpersepsi dan
mengeksistensikan dirinya dalam kehidupan ini. Dengan agama orang akan
ber-positIve thinking, self control & self esteem yang baik,
memiliki cara penyelesaian masalah yang spesifik, sehingga daya tahan
mentalnya menjadi lebih baik.
Mengingat bahwa peran agama dalam peningkatan kesehatan jiwa sangat penting tetapi sampai sekarang masih termarjinalkan keberadaanyannya, maka dalam kesempatan ini penulis membahas “Peranan agama dalam terapi kejiwaan”. Oleh karena bagaimanapun peranan agama bagi kehidupan tidak bisa dipisahkan secara fitrah kemanusian.
http://purnamasidik.multiply.com/journal/item/87
Tidak ada komentar:
Posting Komentar